5 Bangunan Eco-Office Terbaik Masa Depan

Masa depan arsitektur bangunan tidak hanya melihat aspek estetika dan fungsi semata, melainkan juga aspek lingkungan. Karena itu bangunan arsitektur masa depan terbaik merupakan yang memiliki nilai ramah lingkungan atau eco-friendly.

Sejumlah bangunan ini bisa dianggap memenuhi dua kriteria itu: nilai estetika dan ramah lingkungan. Seperti dikutip dari laman Mashable, inilah bangunan kantor masa depan yang ramah lingkungan.


1. Apple Spaceship Kampus

Pada Agustus 2011, Steve Jobs mengajukan konsep kantor pusat Apple ini ke dewan kota Cupertino. Bangunan ini menjadi perhatian karena akan menjadi kantor dengan teknologi paling maju di dunia.

Bangunan ini akan lebih luas dari Pentagon, di tanah seluas 260.128,5 meter persegi. Berbentuk lingkaran seperti stadiun sepakbola, di tengahnya akan diisi dengan kawasan hijau. Secara keseluruhan, kawasan hijaunya akan memiliki luas 80 persen dari keseluruhan luas bangunan.

----Video Concept----





2. NASA Sustainability Base

Berlokasi di Ames Research Center, Moffet Federal Airfield di Silicon Valley, gedung milik NASA ini menggunakan pembangkit listrik tenaga matahari sebagai sumber tenaga. Proyek senilai US$20 juta ini juga menggunakan materi daur-ulang. Suhu dan cahaya matahari pun didesain secara optimal untuk mengurangi tenaga listrik.

----Video Concept----





3. W57

Bangunan berbentuk seperti piramid ini dibangun untuk menjadi landscape unik di Manhattan pada 2015 mendatang. Pemilik gedung ini, Bjarke Ingels Group juga akan menjadikan kantor ini nyaman untuk dijadikan bangunan hunian. Untuk tempat hunian, akan dilengkapi balkon yang didesain menghasilkan pencahayaan alami. W57 akan menjadi titik hijau di tengah hutan beton New York.

----Video Concept----




4. Oregon Sustainability Center

Bangunan ini merupakan bukti ambisi kota Portland untuk jadi tuan rumah dari bangunan kantor paling hijau di dunia. Proyek senilai US$62 juta ini menjadi kantor pertama yang memiliki standar bangunan hunian. Salah satunya adalah dalam hal tak adanya tenaga listrik dan air yang terbuang percuma.

Untuk menciptakan itu, bangunan ini pun akan dilengkapi dengan panel photovoltaic, yang mampu mengumpulkan sumber tenaga. Selain itu, bangunan ini juga akan memiliki tangki bawah tanah sebagai penadah air hujan, dan tenaga geothermal sebagai penghangat air.



5. LO2P

Dibangun di salah satu kota paling terpolusi di dunia, New Delhi, desain LO2P menjadi pemenang Kompetisi Pencakar Langut 2011 versi eVolo. Bangunan rumah kaca raksasa ini (atau bisa juga disebut taman tergantung) diharapkan bisa menjadi paru-paru bagi New Delhi, walau dibangun dari material yang berasal dari mobil-mobil bekas. Berbentuk seperti turbin, dengan kawasan hijau yang dibentuk melingkar, LO2P diharapkan bisa menyerap karbondioksida dari kendaraan di New Delhi.

20.51 | Posted in , | Read More »

Hemat Energi dengan Arsitektur Hijau


KESELARASAN hidup manusia dan alam terangkum dalam konsep arsitektur hijau. Konsep yang kini tengah digalakkan dalam kehidupan manusia modern.

Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan pada bangunan yang dapat meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Arsitektur hijau meliputi lebih dari sebuah bangunan.

Dalam perencanaannya, harus meliputi lingkungan utama yang berkelanjutan. "Untuk pemahaman dasar arsitektur hijau (green architecture) yang berkelanjutan, di antaranya lanskap, interior, dan segi arsitekturnya menjadi satu kesatuan," ujar Nirwono Yoga, desainer lanskap yang juga pemerhati lingkungan.

Dalam perhitungan kasar, jika luas rumah adalah 150 meter persegi, dengan pemakaian lahan untuk bangunan adalah 100 meter persegi, maka sisa 50 meter lahan hijau harus digenapkan dengan memberdayakan potensi sekitar. Nirwono mencontohkan, pemberdayaan atap menjadi konsep roof garden dan green wall. Dinding bukan sekadar beton atau batu alam, melainkan dapat ditumbuhi tanaman merambat. Selain itu, tujuan pokok arsitektur hijau adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan.

"Arsitektur hijau dipraktikkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air, dan bahan-bahan, mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan melalui tata letak, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan bangunan," ulas Dr Mauro Rahardjo dari Feng Shui School Indonesia.

Secara matematis disebutkan, konsumsi 300 liter air harus dapat dikembalikan sepenuhnya ke tanah. Misalkan, air sisa cuci sayur dapat digunakan untuk mencuci mobil. "Atau membuat sumur resapan dan biopori," kata Nirwono.

Dalam hal estetika, arsitektur hijau terletak pada filosofi merancang bangunan yang harmonis dengan sifat-sifat dan sumber alam yang ada di sekelilingnya. Penggunaan bahan bangunan yang dikembangkan dari bahan alam dan bahan bangunan yang dapat diperbaharui.

"Memanfaatkan sumber yang dapat diperbaharui seperti menggunakan sinar matahari melalui passive solar dan active solar, serta teknik photovoltaic dengan menggunakan tanaman dan pohon-pohon melalui atap hijau dan taman hujan," kata Mauro.

Konsep arsitektur hijau sangat mendukung program penghematan energi. Rumah ala tropis dengan banyak bukaan, dibentuk untuk mengurangi pemakaian AC juga penerangan. Namun, hal tersebut tidak akan berjalan mulus jika sekeliling rumah tidak asri. Bukaan banyak hanya akan memasukkan udara panas dan membuat pemiliknya tetap memasang pendingin ruangan.

Taman dan halaman dalam arsitektur hijau juga tidak sekadar memperhatikan estetika. "Dengan adanya krisis pangan, gagasan roof garden bisa jadi apotek hidup atau kebun sayuran. Tidak zaman lagi bikin taman dari segi estetis saja," sebut Nirwono. Tanaman sayur ditata serapi mungkin, kemudian dikonsumsi pemiliknya. Beberapa tanaman yang cocok untuk roof garden adalah daun sirih, pandan sayur, kangkung, dan lain-lainnya.

Nirwono menjelaskan adanya keselarasan antartiap sendi dalam kehidupan. Orang bicara konsep hijau, tapi tidak jeli dengan sekitar. Krisis energi muncul akibat kelemahan manusia dalam memenuhi kebutuhan. Manusia menunggu datangnya bahan pangan dari luar kota. Sayur tomat yang bisa ditanam di halaman, tidak menjadi pilihan pertama. Lebih suka menunggu truk sayur membawa dari luar kota. Coba pikir, berapa banyak energi yang terbuang.

Sebuah perusahaan di Jerman melansir produk batu bata ramah lingkungan. Nyatanya, produk tersebut tidak jadi ramah lingkungan jika mesti dibawa menggunakan kapal laut ke luar Jerman. Sebaiknya kita mampu menggunakan batu bata sendiri, dengan biaya dan peluang pemborosan energi lebih sedikit. Struktur bangunan asli Indonesia sudah menerapkan prinsip green architecture.

"Struktur bangunan di Jawa dan Irian, jenis arsitektur tropis memanfaatkan bahan asli dari daerah tersebut," ucap pria ramah ini. Dengan segala keterbatasan, nenek moyang kita membangun rumah tepat daya dan guna.

Dari segi interior, arsitektur hijau mensyaratkan dekorasi dan perabotan tidak perlu berlebihan, saniter lebih baik, dapur bersih, desain hemat energi, kemudahan air bersih, luas dan jumlah ruang sesuai kebutuhan, bahan bangunan berkualitas dan konstruksi lebih kuat, serta saluran air bersih. Untuk mengatasi limbah sampah, lubang biopori dapat menjadi solusi.

08.46 | Posted in , , | Read More »

Paul Andreu

Paul Andreu (lahir di Caudéran / Gironde, 10 Juli 1938; umur 72 tahun) adalah seorang arsitek Perancis terkenal. Ia dikenal karena merancang sejumlah bandar udara di seluruh dunia, termasuk Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino (Manila), Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandar Udara Internasional Pudong Shanghai (Cina), Bandar Udara Internasional Abu Dhabi, Bandar Udara Internasional Dubai, Bandar Udara Internasional Kairo, Bandar Udara Internasional Brunei, Bandar Udara Internasional Charles de Gaulle (Paris) dan Bandar Udara Paris - Orly.

Proyek prestisius lainnya meliputi Grande Arche di La Défense Paris (bersama Johann Otto von Spreckelsen) dan pusat pertunjukan seni baru dekat Tiananmen Square Beijing yang diresmikan tanggal 22 Desember 20072007[1].

Andreu lulus tahun 1961 dari École Polytechnique.

Paul Andreu merupakan seorang arsitek berkebangsaan Perancis. Lahir pada tahun 1938, tepatnya di Cauderan, Bordeaux, Gironde, Perancis. Menjadi seorang arsitek setelah mengenyam pendidikan arsitek di Ecole Polytechnique dan Ecole Nationale Superieure des Pont di Chaussees, Perancis. Hingga saat ini ia bekerja di Aeroports de Paris (ADP) sebuah perusahaan yang bergerak dibidang transportasi udara milik Perancis. Selain merancang Bandara International Soekarno-Hatta, beliau juga merancang bandara internasional Perancis, Charles de Gaulle Airport dan Shanghai Pudong Airport di Shanghai, Cina. Malah pada saat ini beliau tengah mengerjakan sebuah proyek opera house, juga di Cina tepatnya di Beijing, Yaitu Beijing Opera.


KONSEP RANCANG

Penelitian Paul Andreu atas tradisi bangunan lokal membuahkan pemahaman yang mendalam atas pengadaptasian adat-istiadat setempat pada kondisi daerah yang beriklim tropis. Pendekatan ini merupakan titik tolak yang radikal pada perancangan yang biasa dilakukan pada sebuah bandar udara kontemporer. Diputuskan bahwa para pendatang yang tiba di Jakarta akan langsung merasakan kekhasan sebuah tempat sejak masih berada di dalam Bandar udara melalui keterpaduan antara bangunan, alam, dan iklim Indonesia yang unik.


Bangunan yang terletak di hamparan hijau itu merupakan anjungan-anjungan yang menyediakan keteduhan, naungan dan ventilasi. Bahkan dalam upaya mempertemukan tuntutan teknologi sebuah Bandar udara dengan administrasi dan pelayanan fungsional yang kompleks serta kebutuhan penumpang yang dating dan pergi tersebut, sang arsitek tetap melihat kedua terminalnya sebagai suatu pengenalan yang unik terhadap lansekap. Pendekatan yang dia lakukan tidak terbatas pada lingkungannya saja namun juga dengan mempertemukannya pada dimensi sosial dan budaya Jawa.


Bandar udara ini dengan demikian menyediakan berbagai fasilitas dan anjungan bagi para pengunjung, untuk berkumpul atau berkontemplasi secara berkelompok maupun perorangan ini berbeda dari bandar udara manapun, yang lebih menekankan pergerakan sejumlah besar manusia secara efisien. Sasaran keunikan tersebut berhasil dicapai Bandar Udara Soekarno-Hatta dengan cara yang amat inovatif. Courtyard yang terbentuk dari beberapa anjungan diberi sentuhan lansekap yang ditanami berbagai pohon, semak dan tumbuhan daerah tropis.

Gagasan awal dari Paul Andreu untuk membukan anjungan-anjungan dan ruang sirkulasi selepas wilayah pemeriksaan penumpang ke alam lepas tercapai sepenuhnya di Terminal I. Pada Terminal II pihak pengelola bandar udara meminta pemasangan penghawaan buatan sehingga seluruh terminal harus dipasangi jendela tertutup yang mengakibatkan terputusnya hubungan langsung antara ruang luar dengan bangunan. Hambatan ini diatasi dengan membuat jendela berukuran besar sebagai bukaan visual yang meningkatkan pandangan ke wilayah lansekap. Taman-taman courtyard tersebut seperti lukisan dihadapan pengunjung, yang menggugah rasa atas lansekap alami di pulau Jawa.


Ia merancang dan membangun Bandar Udara Internasional Charles de Gaulle (Roissy) di Paris sejak 1967. Tanggal 23 Mei 2004, sebagian atap Terminal 2E runtuh, menewaskan empat orang. Terminal 2E, diresmikan tahun 2003, adalah terminal ketujuh di Roissy yang dirancang Andreu, dan dianggap sebagai salah satu desain terbaiknya. Keruntuhan ini menurut komisi administratif disebabkan berbagai masalah teknis dan kurangnya margin keselamatan pada desainnya. Andreu menyalahkan keruntuhan ini karena penetapan yang kurang oleh perusahaan pembangun.

07.51 | Posted in , | Read More »

Tadao Ando


Tadao Ando (安藤 忠雄, Andō Tadao, lahir 13 September 1941 di Osaka, Jepang) adalah seorang arsitek Jepang. Profesor Emeritus Universitas Tokyo. Pemenang Penghargaan Arsitektur Pritzker. Konsultan bagi gerakan Forum Parlementer untuk Jepang Baru (Congressional Forum for New Japan atau 21 Seiki Rinchō). Ciri khas karyanya berupa dinding dan konstruksi dari beton ekspos tanpa finishing.

Lahir di distrik Minato, Osaka. Ando terlahir sebagai putra kembar. Dibesarkan kakek dan nenek dari pihak ibu di distrik Asahi, nama keluarga Ando diperolehnya dari keluarga ibunya. Adik kembarnya bernama Takao Kitayama, memiliki perusahaan konsultan dan desain, Kitayama & Company di Tokyo. Arsitek Kōjirō Kitayama berkolaborasi dengan Peter Eisenman adalah adik bungsunya.


Ando pernah kuliah malam hari di Jurusan Arsitek Osaka Institute of Technology Junior College namun tidak sampai selesai. Great Ando adalah nama ring sewaktu menjadi petinju profesional. Uang hadiah dari bertinju dipakainya untuk mengembara ke Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia.


Arsitektur sering dikatakan dipelajarinya secara otodidak dengan membaca buku dan mengamati karya-karya arsitektur dalam perjalanannya di banyak negara. Walaupun demikian, setelah lulus dari sekolah menengah teknik, Ando pernah berkuliah di sekolah seni Setsu Mode Seminar yang didirikan Setsu Nagasawa. Selain itu, ia pernah bekerja di sebuah biro arsitek, serta mengikuti kursus interior secara tertulis. Sebelum mendesain bangunan, Ando pernah menangani interior sejumlah kafe di wilayah Kansai.


Pada tahun 1969, Ando mendirikan biro arsitek Tadao Ando Architects & Associates di Osaka. Kantornya banyak menerima pesanan bangunan rumah tinggal. Karya-karya awalnya termasuk Kebun Mawar di distrik Ikuta, Kobe (1977) dikerjakan bersama Yasuhiro Hamano dari Team Hamano. Penghargaan Institut Arsitek Jepang diterimanya untuk desain rumah tinggal sederhana di Osaka, Sumiyoshi no Nagaya (Azuma House) pada tahun 1979. Sejak itu pula, Ando mengembangkan gaya arsitektur berupa bentuk-bentuk geometris dari beton ekspose tanpa finishing.

Pada tahun 1980-an, karya Ando terus bermunculan di wilayah Kansai (termasuk Kitano Ijinkan di Kitano-chō, Kobe, dan kawasan Shinsaibashi, Osaka), pusat perbelanjaan, kuil, serta gereja. Bangunan fasilitas publik dan museum seni banyak dihasilkannya pada tahun 1990-an. Ando juga diundang sebagai profesor tamu di luar negeri, seperti di Universitas Yale (1987), Universitas Columbia (1988), Universitas Harvard (1889), dan Universitas South California (2002). Sejak tahun 1997, Ando menjadi dosen di Fakultas Teknik Universitas Tokyo, dan setelah pensiun mendapat gelar Profesor Emeritus (2003), serta gelar Tokubetsu eiyo kyōju (Profesor Kehormatan Luar Biasa Universitas Tokyo) pada tahun 2005.

06.55 | Posted in , , | Read More »

Frank Owen Gehry

Frank Owen Gehry, CC (nama lahir Ephraim Owen Goldberg di Toronto, Ontario pada 28 Februari 1929) adalah seorang arsitek berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Kanada. Pemenang Penghargaan Pritzker tahun 1989.

Gehry dikenal akan pendekatan ukiran ke desain bangunan dan untuk membangun struktur yang berkurva, dan seringkali dibungkus dengan logam yang mengkilat. Gedung yang dirancangnya, termasuk tempat tinggal pribadinya di Santa Monica, California, telah menjadi atraksi wisatawan. Banyak museum, perusahaan, dan kota mencari jasa Gehry sebagai simbol pembedaan, untuk segala produk yang dibuatnya.


Hasil kerjanya yang paling terkenal adalah Museum Guggenheim di Bilbao, Spanyol yang dilapisi dengan titanium, Aula Konser Walt Disney di pusat kota Los Angeles, Dancing House in Praha, Republik Ceko. Dilahirkan di tengah keluarga Yahudi di Toronto, Ontario, nama kecilnya adalah Frank Goldberg. Sewaktu kecil, ia diajak neneknya membangun kota-kota kecil dari potongan-potongan kayu bekas.[1] Neneknya yang bernama Caplan, sangat mempengaruhi pembentukan pribadinya. Kebiasaan neneknya sering diamatinya. Setiap hari Kamis, neneknya memasukkan ikan emas hidup ke dalam bak mandi yang penuh berisi air sebelum dimasak menjadi gefilte fish. Gerakan dan bentuk-bentuk ikan sangat senang diperhatikannya, dan nantinya sering menjadi tema desain yang dibuatnya.


Pada tahun 1947, Frank pindah ke California, bekerja sebagai supir truk barang sambil kuliah di Los Angeles City College, dan akhirnya lulus dari Sekolah Arsitektur Universitas Southern California.

Setelah lulus pada tahun 1954, Frank tidak langsung bekerja di bidang arsitektur, melainkan bekerja di sejumlah tempat yang tidak ada kaitannya dengan arsitektur, termasuk menjadi anggota militer Amerika Serikat. Frank sempat belajar tata kota di Harvard Graduate School of Design, namun berhenti sebelum lulus. Setelah itu, Frank menikah dengan Anita Snyder, dan mengganti namanya dari Frank Goldberg menjadi Frank Gehry. Setelah bercerai dengan Snyder pada tahun 1960-an, Gehry menikah dengan Berta, istrinya yang sekarang. Dari pernikahan pertamanya, Gehry mendapat dua orang anak perempuan, sedangkan dua orang anak laki-laki didapatnya dari pernikahan kedua.


Sebagai orang yang dibesarkan di Kanada, Gehry adalah penggemar berat olahraga hoki hingga sampai mendirikan liga hoki di kantornya. Piala Kejuaraan Dunia Hoki merupakan hasil desainnya pada tahun 2004.

21.38 | Posted in , , | Read More »

Sagrada Familia by Gaudi

Dibangun tahun: 1883 -
Lokasi: Barcelona, Spanyol
Fungsi: Gereja


Saat ini, Gereja La Sagrada Familia menjadi simbol kota Barcelona. Gereja ini dibangun sejak tahun 1883 secara bertahap karena kemunduran ekonomi kota Barcelona. Secara umum, dasar gereja ini adalah gaya neo-gothic.

Perancang pertamanya adalah vilar De Pilar di tahun 1882. Akibat pergolakan politik, tahun 1883, ia digantikan oleh Gaudi, sehingga rencana asli Del Pilar yang sangat konvensional dan neo-gothic berangsur-angsur berubah manjadi bentuk yang luar biasa.


Gaudi merencanakan La Sagrada Familia dengan 12 menara lancip (pinaches), yang dirangkai menjadi 4 bagian, merupakan simbol murid-murid Yesus. Ornamen-ornamen di gereja ini memperingati kehidupan Yesus, mulai dari dilahirkan, disalibkan, dan kemudian bangkit kembali.











11.35 | Posted in , , , , , | Read More »

Parc Guell by Gaudi

Dibangun tahun: 1900-1914
Lokasi: Muntanya Pelada (Bald Mountain)
Fungsi: Taman umum


Guell awalnya berencana untuk menciptakan sebuah “garden city”. Kemudian ternyata peraturan daerah menyatakan hanya 1/6 bagian dari tanah tersebut yang bisa digunakan untuk dibangun bangunan. Karenanya, hanya ada 3 rumah di sana, yaitu 2 rumah miliki keluarga Guell, dan yang terakhir milik Gaudi, yang sekarang dijadikan museum.

Parc Guell terletak di Bald Mountain. Namanya cocok dengan keadaannya, karena di sana sangat minim vegetasi. Yang ada hanya rerumputan, semak-semak dan beberapa pohon. Gaudi menginginkan agar taman ini menyatu dengan alam. Karenanya ia menanam tanaman lokal mediterania yang kuat, namun hanya membutuhkan sedikit air dan perawatan.


Selain itu, dari topografi tapak, Gaudi mempelajari bahwa banyak rencana awal yang dapat merusak keindahan lahan. Karenanya ia mendesain viaduk yang mempertahankan bentuk natural alam gunung ini. Jalan menuju ke taman ini terdiri dari 6% jalan kendaraan, dan 12% pedestrian.

Desain taman ini didominasi oleh “trencadis” yaitu tipe mosaik dari pecahan keramik. Taman ini juga memiliki 7 gerbang. Gerbang utamanya berada di Carrer d’Olot. Paviliun yang ada di taman ini berbentuk telur dan tidak memiliki garis lurus maupun sudut. Bahan utama yang digunakan adalah batu bata.







11.20 | Posted in , , , , , , | Read More »

Colonia Guell by Gaudi

Sebenarnya, Colonia Guell merupakan salah satu desain gereja yang tidak sempat di selesaikan oleh Antonio Gaudi. Terletak di daerah sub urban Santa Coloma de Cervello di daerah Barcelona. Walaupun tidak sempat di selesaikan, namun sebagian besar telah selesai walau belum sempurna. Pada tahun 2000, sejumlah arsitek lokal mencoba menyelesaikan rancangan tersebut.








 

11.11 | Posted in , , , , , | Read More »

Casa Batlo by Gaudi

Dibangun tahun: 1904-1906
Lokasi: Passeig de Gracia, Barcelona
Fungsi: rumah dan flat sewa


Pada awalnya, Josep Batllo, pemilik bangunan ini berencana untuk merubuhkan bangunan ini. Namun ia akhirnya memutuskan untuk merombaknya menjadi rumah untuk keluarganya di lantai pertama, dan lantai lainnya disewakan.

Perombakan mencakup interior, eksterior, serta atap. Untuk interior, Gaudi memperluas bagian patio dan mendekorasinya dengan protongan keramik berwarna gradasi biru, serta mendesain ulang denah.

Untuk fasade, Gaudi mendesain jendela-jendela berbentuk asimetris, serta mengubah bentuk balkonnya, serta railing dan kolom-kolomnya menjadi bentuk seperti tulang. Fasade ini menciptakan nama panggilan untuk bangunan ini seperti “la casa dels badalls” (house of yawns) ataupun “la casa dels ossos” (house of bones).

Pada bagian atap, Gaudi menempatkan 2 elemen yang memecahkan kesimetrisan tampak, yaitu sebuah teras dan menara. Kemudian dilapis dengan potongan kaca-kaca.

 

11.00 | Posted in , , , , , , | Read More »

Recently Commented

Recently Added