Hemat Energi dengan Arsitektur Hijau


KESELARASAN hidup manusia dan alam terangkum dalam konsep arsitektur hijau. Konsep yang kini tengah digalakkan dalam kehidupan manusia modern.

Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan pada bangunan yang dapat meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Arsitektur hijau meliputi lebih dari sebuah bangunan.

Dalam perencanaannya, harus meliputi lingkungan utama yang berkelanjutan. "Untuk pemahaman dasar arsitektur hijau (green architecture) yang berkelanjutan, di antaranya lanskap, interior, dan segi arsitekturnya menjadi satu kesatuan," ujar Nirwono Yoga, desainer lanskap yang juga pemerhati lingkungan.

Dalam perhitungan kasar, jika luas rumah adalah 150 meter persegi, dengan pemakaian lahan untuk bangunan adalah 100 meter persegi, maka sisa 50 meter lahan hijau harus digenapkan dengan memberdayakan potensi sekitar. Nirwono mencontohkan, pemberdayaan atap menjadi konsep roof garden dan green wall. Dinding bukan sekadar beton atau batu alam, melainkan dapat ditumbuhi tanaman merambat. Selain itu, tujuan pokok arsitektur hijau adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan.

"Arsitektur hijau dipraktikkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air, dan bahan-bahan, mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan melalui tata letak, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan bangunan," ulas Dr Mauro Rahardjo dari Feng Shui School Indonesia.

Secara matematis disebutkan, konsumsi 300 liter air harus dapat dikembalikan sepenuhnya ke tanah. Misalkan, air sisa cuci sayur dapat digunakan untuk mencuci mobil. "Atau membuat sumur resapan dan biopori," kata Nirwono.

Dalam hal estetika, arsitektur hijau terletak pada filosofi merancang bangunan yang harmonis dengan sifat-sifat dan sumber alam yang ada di sekelilingnya. Penggunaan bahan bangunan yang dikembangkan dari bahan alam dan bahan bangunan yang dapat diperbaharui.

"Memanfaatkan sumber yang dapat diperbaharui seperti menggunakan sinar matahari melalui passive solar dan active solar, serta teknik photovoltaic dengan menggunakan tanaman dan pohon-pohon melalui atap hijau dan taman hujan," kata Mauro.

Konsep arsitektur hijau sangat mendukung program penghematan energi. Rumah ala tropis dengan banyak bukaan, dibentuk untuk mengurangi pemakaian AC juga penerangan. Namun, hal tersebut tidak akan berjalan mulus jika sekeliling rumah tidak asri. Bukaan banyak hanya akan memasukkan udara panas dan membuat pemiliknya tetap memasang pendingin ruangan.

Taman dan halaman dalam arsitektur hijau juga tidak sekadar memperhatikan estetika. "Dengan adanya krisis pangan, gagasan roof garden bisa jadi apotek hidup atau kebun sayuran. Tidak zaman lagi bikin taman dari segi estetis saja," sebut Nirwono. Tanaman sayur ditata serapi mungkin, kemudian dikonsumsi pemiliknya. Beberapa tanaman yang cocok untuk roof garden adalah daun sirih, pandan sayur, kangkung, dan lain-lainnya.

Nirwono menjelaskan adanya keselarasan antartiap sendi dalam kehidupan. Orang bicara konsep hijau, tapi tidak jeli dengan sekitar. Krisis energi muncul akibat kelemahan manusia dalam memenuhi kebutuhan. Manusia menunggu datangnya bahan pangan dari luar kota. Sayur tomat yang bisa ditanam di halaman, tidak menjadi pilihan pertama. Lebih suka menunggu truk sayur membawa dari luar kota. Coba pikir, berapa banyak energi yang terbuang.

Sebuah perusahaan di Jerman melansir produk batu bata ramah lingkungan. Nyatanya, produk tersebut tidak jadi ramah lingkungan jika mesti dibawa menggunakan kapal laut ke luar Jerman. Sebaiknya kita mampu menggunakan batu bata sendiri, dengan biaya dan peluang pemborosan energi lebih sedikit. Struktur bangunan asli Indonesia sudah menerapkan prinsip green architecture.

"Struktur bangunan di Jawa dan Irian, jenis arsitektur tropis memanfaatkan bahan asli dari daerah tersebut," ucap pria ramah ini. Dengan segala keterbatasan, nenek moyang kita membangun rumah tepat daya dan guna.

Dari segi interior, arsitektur hijau mensyaratkan dekorasi dan perabotan tidak perlu berlebihan, saniter lebih baik, dapur bersih, desain hemat energi, kemudahan air bersih, luas dan jumlah ruang sesuai kebutuhan, bahan bangunan berkualitas dan konstruksi lebih kuat, serta saluran air bersih. Untuk mengatasi limbah sampah, lubang biopori dapat menjadi solusi.

08.46 | Posted in , , | Read More »

Matahari dan Desain Bangunan


Dengan ditaburnya genderang desain hemat energi, seorang arsitek atau bahkan kita sebagai pemilik dan pengguna bangunan hendaknya tidak lagi mengabaikan potensi matahari untuk rumah/kantor kita.
Pada daerah khatulistiwa yang beriklim tropis lembab, matahari memang hadir dalam suasana yang mendua. Dicintai karena memberikan energy berlimpah, namun juga dibenci karena menyebabkan ketidaknyamanan. Matahari dianggap sebagai gangguan yang harus diminimalkan dampaknya.

Tapi, bukankah energy dapat diubah-ubah bentuknya? Oleh karena itu, kecerdikan kitalah yang akhirnya menentukan apakah energi ini akan menjadi berkah atau gangguan. Rancangan arsitektur bangunan menjadi sangat penting untuk mengubah potensi positif (setidaknya mengurangi dampak negative) sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.

Yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan potensi matahari dalam desain adalah bahwa cahaya yang dimanfaatkan untuk pencahayaan ruangan merupakan cahaya bola matahari, bukan sinar matahari langsung. Sinar langsung matahari hanya diperkenankan masuk ke dalam ruangan untuk keperluan tertentu, dan untuk mencapai efek artistik tertentu. Oleh karena itu, untuk bisa memanfaatkan potensi ini dalam desain, perlu diingat beberapa hal penting :

* Pembayangan; untuk menjaga agar sinar langsung matahari tidak masuk ke dalam ruangan melalui bukaan (teknik : penggunaan tritisan dan tirai).
* Pengaturan letak dan dimensi bukaan untuk mengatur agar cahaya bola langit dapat dimanfaatkan dengan baik
* Pemilihan warna dan tekstur pemukaan dalam dan luar ruangan untuk memperoleh pemantulan yang baik tanpa menyilaukan mata.
* Bukaan (jendela, buven) sebaiknya menghadap ke utara atau selatan untuk memperkecil kemungkinan sinar langsung matahari masuk ke dalam ruangan (arah matahari : timur-barat)
* Meminimalisir masuknya cahaya matahari di barat, karena pada saat matahari berada di barat, cahayanya sangat menyilaukan, panas, dan tidak menyehatkan. Untuk itu diperlukan barrier pada bukaan di barat dan timur (bila matahari pagi juga dianggap terlalu mengganggu) sebagai penghalang masuknya sinar langsung matahari pagi dan sore. Barrier tersebut bisa berupa tritisan yang lebar, pohon yang rindang, tirai, sun screen, dll)

05.20 | Posted in , , | Read More »

Teori dan Gerakan Arsitektur

1.ARSITEKTUR METABOLISME
Arsitektur metabolisme adalah suatu desain dan teknologi arsitektur yang menunjukan vitalitas manusia.

Ciri-ciri :

Bersifat Utopis.
Konsepnya terjadi karena latar belakang hitam dan selanjutnya dikembangkan berdasarkan pandangan kemasa depan yang penuh optimis
Pengakomodasian ekologi,kultur dan tekhnologi berciri khas Jepang

Tokoh –tokoh dan karyanya :

Kisho Kurokawa : Nagakin Capsule Hotel (1972)
Kenzo Tange : Shizuoka Building



2. TEORI SIMBIOSIS

Teori simbiosis adalah suatu hubungan antara dua makhluk hidup atau lebih yang tidak hanya saling menguntungkan tetapi memangsangat diperlukan bagi keduanya.

Kurokawa membuat terawangan yang maju dimulai dari sebuah era mesin menuju ke era kehidupan, yang hasill akhirnya adalah sebuah simbiosis antara alam dan manusia,atau “antara lingkungan dan arsitektur”

Contoh –contoh :

Melalui penghargaan pada tradisi. Contohnya metode arsitektur jepang yang disebut Sukiya, yaitu memberikan makna baru untuk bangunan tua dengan memberi material baru
menempatkan kehidupan kontemporer mereka sebagai sebuah konteks sejarah dan menyadangkannya sebuah makna baru.

Menempatkan kebudayaan bahkan hasil manipulasi hal-hal yang aneh dan lucu dalam symbol sejarah mereka sebagai sebuah bentuk ekspresi.

Contoh Bangunannya:
Bandara Hasanudin, Makasar.

3. ARSITEKTUR MODERN

Arsitektur modern adalah suatu istilah yang diberikan kepada sejumlah bangunan dengan gaya karakteristik serupa, yang mengutamakan kesederhanaan bentuk dan menghapus segala macam ornament



Kesimpulannya, bahwa karakteristik arsitektur modern pada umumnya:

- Suatu penolakan terhadap gaya lama.

- Suatu yang mengadopsi prinsip bahwa bahan dan fungsi sangat menentukan hasil dalam suatu bangunan.

- Suatu yang berkaitan erat dengan mesin.

- Menolak adanya bordiran atau ukiran atau kemeriahan ornament dalam bangunan.

- Menyederhanakan bangunan sehingga format detail menjadi tidak perlu.

Beberapa pendapat tentang Arsitektur Modern :

Bentuk mengikuti fungsi ( Form Follows Function ) yang dicetuskan oleh pemahat horatio greenough atau yang lebih dikenal sebagai Louis Sullivan.

Sedikit adalah lebih (less is more ) diumumkan oleh Arsitek Mios Van Der Rohe.

Sedikit adalah lebih dan lebih adalah terlalu banyak (less is more only when more is too much ) yang diungkapkan oleh Frank Llyod Wright.

Sedikit itu membosankan (less is bore) yang dicetuskan oleh Robert Venturi, pelopor arsitektur Postmodern sebagai jawaban atas gaya intrernasional yang tidak menarik yang dipopulerkan oleh Mies Van Der Rohe.


4. ART NOUVEAU

Art Nouveau yang muncul disekitar tahun 1861 di Inggris sering dilihat sebagai pemberontakan atas nilai-nilai Victoria (Ratu Inggris waktu itu ).

Ciri-ciri :

Dibangun dengan menggunakan material kaca dan jarang memakai bahan material besi ataupun baja
Irama bentuk dari seni art nouveau : dinamis, mengalir, kurva, dan berombak-ombak “cambuk”
Suatu pergerakan seni arsitektur
Adanya Ornament
Style ke daerahan

Tokohnya :

- William Morris

5. ARSITEKTUR BRUTALIS

Brutalisme adalah gaya arsitektur pembaharuan gerakan arsitek, berkembang pada tahun 1950-1970. Istilah Brutalisme sendiri dimulai dari baha Prancis yang artinya “Beton Mentah”.






Ciri-ciri :

Sangat identik dengan beton
Dibentuk dengan membentur blockish, geometris, dan bentung berulang
Sering mengulang bentuk tapi tanpa adanya ornament
Dihubungkan dengan ideology yang berupa khayalan sosial yang cenderung untuk di dukung oleh para perancangnya.

Tokoh dan karyanya :

- Trellick tower ,london (goldfinger 1972)

- United habitation, Marseille (le Corbusier 1952)

6. ARSITEKTUR KONSTRUKSI

Arsitektur konstruksi adalah perlambangan bangunan yang mengandalkan tekhnologi konstruksi dan inovasi struktur rancang bangunan sebagai gaya rancangan.

Ciri-ciri :

Lebih mengarah ke optimistik, konstruksi relief yang tidak representational,pahatan,kinetik dan lukisan.

Tokoh dan karyanya :

- Vladimir Tatlin

Tatlin’s Tower(1919)



7. ARSITEKTUR EKSPRESIONIS

Arsitektur Ekspresionis adalah gaya arsitektur yang berkembang di Eropa pada permulaan abad ke 20. Pertama kali terjadi di Jerman sebagai pergerakan ekspresionisme dan di Belanda khususnya disekolah Amsterdam antara tahun 1910-1925.





Ciri-ciri :

“Tampilan bangunannya terkadang terlihat tidak lazim dengan menggunakan bahan dari batu bata, baja dan terutama kaca.”

Tokoh dan karyanya :

- Hans Scharoun

8. ARSITEKTUR FUTURISTIK

Arsitektur futuristic adalah suatu gaya dalm arsitektur dengan gaya masa depan ataupun sedikitnya gaya yang akan dating 10 tahun kedepan.

Cirri-ciri :

“Umumnya ditandai dengan bentuk ketajaman , bentuk dinamis, kontras kuat dan penggunaan material yang berfungsi.”

Tokoh dan karyanya :

- Sant’elia (1914)

9. ARSITEKTUR FUNGSIONAL

Arsitektur Fungsional adalah prinsip arsitek yang mendesain suatu bangunan didasarkan pada tujuan dan fungsi bangunan itu sendiri.

Mengutamakan penyederhanaan dari gaya sebelumnya yaitu gaya klasik
Terlebih dahulu ditujukan semata mata kepada fungsi dari bangunan itu sendiri

Tokoh dan karyanya :

- Menara Helsinki Olympic stadion by Y. lindergen & T. jantti (1934-1938)

- Bentuk Bangunan geomedis karya Fullers.



10. INTERNATIONAL STYLE

International Style adalah suatu gaya Arsitektur yang trend pada tahun1920-1930. Istilah International Style pada umumnya mengacu pada arsitek dan bangunan dari dekade pandangan perkembangan gaya modern, sebelum perang dunia II.

Cirri-ciri :

Bentuk segi empat atau menyiku.
Bentuk kubus sederhana “segi empat panjang yang menekan “
Jendela yang berjalan diatas garis horizontal dan membentuk suatu garis beraturan.
Semua bagian muka gedung bersudut 90 derajat dan bertingkat.

Tokoh dan karyanya :

Apartemen hickory Cluster, reston, Virginia, di desain oleh Charles M.goodman(1964)

11. ARSITEKTUR ORGANIK

Arsitektur organik adalah sebuah Filosofi Arsitektur yang mengangkat keselarasan antara tempat tinggal manusia dan alam melalaui desain yang mendekatkan dengan harmonis antara lokasi bangunan , perabot, dan lingkungan menjadi bagian dari suatu komposisi,di persatukan dan saling berhubungan.





Cirri-ciri :

“Diilhami dari alam, membiarkan desain apa adanya, membentang pada suatu organisme, mengikuti arus dan menyesuaikan diri, mencukupi kebutuhan sosial fisik dan rohani, tumbuh keluar dan unik, menandai jiwa muda dan kesenangan,mengikuti irama.”

Tokoh dan karyanya :

Air Terjun oleh Frank Llyod Wright.


12. ARSITEKTUR POSTMODERN

Arsitektur Postmodern adalah gaya klasik yang penuh ornament sudah kembali ke gedung menggantikan gaya modern yang polos dan tanpa ornament.

Cirri-ciri :

“Tidak lagi mengedepankan prinsip pemikiran kesatuan homologi, tetapi pada paroloi yang menghargai narasi kecil-kecil dengan meleaitimasikan dari wacana utamanya.”

Tokoh & karyanya :

- San Antonio public library by Robert venture.

- Plaza(serambi) by Charles Willard Moore (1975-1980).

- Aldo rossi (milian – italia )teater dunia (1979) atau teater del mondo ,La grand arch by johan-otto von spreckelson, tete defense (1980).


13. ARSITEKTUR VISIONARI

Arsitektur Visionary adalah nama yang diberikan kepada Arsitek yang scara tertulis atau ide mempunyai kualitas visionary.

Cirri-ciri :

Memiliki bentuk yang ekstrem
Tidak terlihat oleh aturan-aturan lama traditional
Hi-tech (menggunakan tekhnologi –tekhnologi yang sangat canggih)
Imajenasi menantang.
Pola pikir adalah optimistik dalam berkarya.




Contoh & tokohnya :

- Norman Foster dan Richard Rogers


14. ARSITEKTUR HISTORICISM

Cirri-ciri :

- Mengambil kembali mgay sejarah.
- Menggunakan desain interior antik.
- Masih menggunakan ornament.
- Mengambil kembali gaya gothic.
- Mengambil bentuk khas dari Negara masing-masing.

Tokoh & Contohnya :

- Berliner Reichstag (gedung parlemen) oleh Paul Wallot.


15. ARSITEKTUR ROMANTICISM

Arsitektur Romanticism adalah gerakan kompleks dalam seni dan sastra, serta merupakan gerakan intelektual yang berasal dari pertengahan kedua pada abad 18 di Eropa barat,dan memperoleh kekuatan selama revolusi industri.






Cirri-ciri :

Lebih dikenal dengan aliran neoklasik.

Gaya ini dianggap serius apabila melibatkan emosi yang mengakibatkan prinsip-prinsip arsitektur klasik tidak diterapkan sepenuhnya melainkan cenderung lebih condong memilih (gabungan) gaya yang disukai saja, seperti gaya arsitektur Gothic dan Ionic.

Tidak menghasilkan penyatuan gaya seni.

Mengekspresikan pergolakan suasana hati.

Keinginan untuk menjelajahi kedalam keinginan manusia,yang diyakini akan ideal dan harmonis.

Seni arsitektur konsisten menjalankan dua prinsip, yaitu:

- Sebuah rasa yang dapat menembus perpecahandalam dari manusia yang sama.
- Pengalaman yang dapat meliputi keinginan untuk melepskan diri.

Tokoh-tokoh & Karyanya :

- Toko “the best” USA di sacrameato (1970-78)

- Asrama mahasiswa lambert brusel by Lucian kroll(1974)

- Toko permata schullin Wina by Hans hoellin (1972)


16. ARSITEKTUR RASIONAlISME

Arsitektur rasionalisme berkaitan dengan trendy yang diperkenalkan di Eropa pada abad ke-20.

Arsitektur Rasionalisme menurut Kuhn (1993)

Sebenarnya rasional-isme itu lebih merupakan interpretasi dan persuasi dari kenyataan obyektif, atau dalam pernyataan lainnya Kuhn mengatakan bahwa segala yang dikatakan oleh ilmu tentang dunia dan kenyataannya sebetulnya erat terkait pada paradigma atau model ataupun skema interpretasi tertentu yang di-gunakan oleh ilmuwannya.

Cirri-ciri:

Aliran rasionalisme menitik beratkan ilmu pada kekuatan penalaran akal budi atau rasio dalam pencarian kebenaran atas kenyataan. Descartes, berpendapat bahwa melalui akal budilah manusia dapat mengerti tentang du-nianya serta dapat mengatur hidup-nya.

Lima elemen program yang telah ditetapkan ;

- Pilotis
- Bebas rencana
- Taman-teras
- Pemandangan yang bebas
- Jendela horizontal

Tokoh – tokoh :

- Mies van der Rohe (1889-1969)

- Charles-edouard jeanneret,le Corbusier (1887-1965)

Contoh –contoh:

Hotel sao clement,di nova friburgo(1944) Grand hotel ouro preto (1940), dll

(sumber:nanda.ngeblogs.com)

00.11 | Posted in | Read More »

Apa Itu Arsitektur..??

Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia, berkaitan dengan berbagai segi kehidupan antara lain: seni, teknik, ruang/tata ruang, geografi, sejarah. Oleh karena itu ada beberapa batasan dan pengertian tentang arsitektur, tergantung dari segi mana memandang. Dari segi seni, arsitektur adalah seni bangunan termasuk didalamnya bentuk dan ragam hiasnya. Dari segi teknik, arsitektur adalah sistem mendirikan bangunan termasuk proses perancangan, konstruksi, struktur, dan dalam hal ini juga menyangkut aspek dekorasi dan keindahan. Dipandang dari segi ruang, arsitektur adalah pemenuhan kebutuhan ruang oleh manusia atau kelompok manusia untuk melaksanakan aktifitas tertentu. Dari segi sejarah, kebudayaan dan geografi, arsitektur adalah ungkapan fisik dan peninggalan budaya dari suatu masyarakat dalam batasan tempat dan waktu tertentu

Sebagai seni arsitektur mempunyai arti yang lebih dalam dari sekedar usaha pemenuhan persyaratan fungsional semata-mata dalam sebuah program bangunan. Lebih mendasar lagi, merupakan perwujudan fisik dari arsitektur sebagai wadah kegiatan manusia.
Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam iklim tempat manusia berada tidak selalu baik menunjang aktivitas yang dilakukannya. Aktivitas manusia yang bervariasi memerlukan kondisi iklim sekitar tertentu yang bervariasi pula. Untuk melangsungkan aktivitas kantor, misalnya, diperlukan ruang dengan kondisi visual yang baik dengan intensitas cahaya yang cukup; kondisi termis yang mendukung dengan suhu udara pada rentang-nyaman tertentu; dan kondisi audial dengan intensitas gangguan bunyi rendah yang tidak mengganggu pengguna bangunan.

Karena cukup banyak aktivitas manusia yang tidak dapat diselenggarakan akibat ketidaksesuaian kondisi iklim luar, manusia membuat bangunan. Dengan bangunan, diharapkan iklim luar yang tidak menunjang aktivitas manusia dapat dimodifikasi diubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang lebih sesuai.

09.04 | Posted in | Read More »

High Tech Architecture

Semua Arsitek high tech setuju untuk satu hal, yaitu mereka membenci ungkapan “high tech” untuk sebutan langgam yang mereka gunakan. Ada 3 alasan mengapa mereka tidak menyukai ungkapan tersebut, yaitu :

• Pada awal tahun 1970-an ungkapan high tech sering digunakan untuk menyebutkan bangunan yang secara eksterior menggunakan teknologi tinggi, sehingga arsitektur high tech memiliki makna arsitektur yang fashionable.

• Ungkapan high tech merupakan ungkapan yang ambigu. Dalam arsitektur pengertian high tech berbeda dengan high tech pada industri, high tech pada arsitektur berarti sebuah bagian dari langgam yang diterapkan pada bangunan.

• Di Amerika high tech merupakan langgam namun Arsitek high tech Inggris membenci kata langgam sebagaimana mereka membenci ungkapan “high tech”. Di Inggris ungkapan high tech lebih kaku.

Jadi apa definisi dari ungkapan high tech itu sendiri?. Secara implisit high tech mengungkapkan beberapa istilah antara lain, fungsi dan representasi - teknik atau langgam, masalah produksi massal, struktur dan servis – kebanggaan atas teknologi, ruang dan fleksibilitas – “omniplatz”, dan penyambungan “pod”– strategi praktis. Untuk sekarang kita hanya bisa meyimpulkan karakter material yang digunakan adalah baja dan kaca .

 Dalam bukunya “ Arsitektur Modern Akhir Abad XIX dan Abad XX” Yulianto Sumalyo menyebut arsitektur high tech sebagai arsitektur techno-arthistic rancangan dengan teknologi pabrikasi lebih besar dan lebih maju dengan konstruksi utama metal atau logam. Arsitektur tidak lagi mengambil bentuk scluptural abstrak seperti pada arsitektur monumental dari beton. Bahan-bahan pabrikasi ditonjolkan baik pada ruang dalam maupun luar, sehingga bahan, struktur, system dan sub system struktur, konstruksi dan dekorasi secara integral menampilkan bentuk arsitektur yang berkarakter khusus. Yang dapat dilihat karena exposed dan menjadi bagian dari dekorasi, tidak saja elemen-elemen konstruksi tetapi juga semua elemen bangunan seperti tangga, koridor, mekanikal, dll .

Suatu style (langgam) yang secara ekspresif menekankankan bahkan meng-ekspos rancangan pada struktur, teknologi dan servis. Beberapa ada yang mengatakan bahwa high tech itu identikdengan besi /logam C-19 dan struktur kaca.

PEDOMAN PERENCANAAN BERDASARKAN UNGKAPAN HIGH TECH

1. Fungsi dan Representasi – Antara Teknik dan Style (langgam)
• Arsitektur high tech sebagai pengejewantahan dan simbolisasi dari sebuah teknologi bukan merupakan sebuah solusi yang efisien, karena teknologi bukanlah suatu hal yang murah jika dibandingkan dengan bangunan yang menerapkan tembok biasa (konvensional).

• Dalam high tech simbolisasi dan representasi memiliki peranan penting. Eksposed struktur baja, duct AC yang terlihat, sistem bongkar pasang pod, dsb merupakan karakter dalam arsitektur high tech, namun hal itu semua bukan merupakan solusi yang masuk kategori ekonomis.

• Arsitektur high tech tidaklah murni fungsional namun juga tidak representatif, bahkan ada sebuah artikel yang memuat tentang high tech bahwa setiap desain yang diputuskan haruslah memiliki nilai fungsional.

2. Produksi Massal
• Material sintetis yang memberikan karakter tertentu pada arsitektur high tech seperti logam, kaca dan plastik merupakan material yang diproduksi secara massal, bangunannya mungkin tidak tetapi komponen-komponennya merupakan mass product. Sehingga terlihat sebagai pengulangan dari material-material tersebut.

• The Mass Production Problem. Merupakan hambatan yang dihadapi Arsitektur manakala mencoba mengadaptasi metode-metode dan produk dari industri manufaktur.
Mobil mampu dibuat berjuta-juta sedangkan bangunan paling tidak hanya satu. Akankah arsitektur menerapkan teknologi yang sama pada produksi mobil yang mampu menghabiskan banyak waktu dan uang, tentu tidak, kecuali memang akan merancang beribu-ribu bangunan yang tipikal.

• Kolaborasi antara Arsitek dan Desainer produk menentukan dalam perancangan, seperti contoh kasus pada pembangunan Hongkong Bank Headquarters – Norman Foster, dimana semua elemen utama bangunan di desain, dikembangkan serta diuji bersama oleh Arsitek dan pembuat (manufacturer). Norman Foster menyebutnya “Design Development”.
3. Struktur dan Servis – Kebanggaan atas Teknologi

• Exposed struktur dan servis merupakan dua hal yang paling kentara menjadi keistimewaan pada arsitektur high tech, walaupun tidak semua Arsitek melakukan hal itu dalam rancangannya.

• Struktur baja dalam arsitektur high tech menjadi power of structure yang ekspresif, baja merupakan salah satu material bangunan yang memiliki daya tegang yang kuat, mampu memberikan kesan dramatis pada elemen-elemen bangunan.

4. Ruang dan Fleksibilitas
• Bermacam-macam elemen pada bangunan high tech seperti rangka struktur baja, the smooth, imperious skin, exposed pipa dan duct telah memberikan ekspresi yang kuat berdasarkan fungsi teknisnya.

• Penciptaan ruang dalam high tech tidak pernah menjadi isu (masalah) yang berarti, namun lebih ditekankan pada teknis penciptaan ruang yang fleksibel. Sehingga seakan-akan dalam rancangannya Arsitek hanya menyediakan hamparan plat “omniplatz”.

• Ruang tidak bisa hanya memiliki satu fungsi karena keseluruhan desain dirancang untuk sebuah ke-fleksibilitas-an. Filosofi high tech meletakkan fleksibilitas satu tahap lebih dalam.

5. Penyambungan (plug-in pod) – Sebuah Strategi Praktis
• Merupakan peralatan dalam high tech yang mampu memadukan fleksibilitas, demountability, daya tahan dan produksi massal.

• Plug-in pod (penyambungan pod) atau lebih tepat pemasangan dalam hal ini adalah pemasangan kotak atau ruang yang merupakan produk manufaktur ke dalam bangunan, biasanya merupakan kotak toilet. Jadi toilet tersebut bukan merupakan bagian dari bangunan karena dapat di bongkar pasang.

• 3 keuntungan dengan menggunakan sistem ini. Pertama, mempercepat pelaksanaan proyek. Kedua, dapat menjaga kualitas produk. Ketiga, karena MEE telah ditanam atau diletakkan di bawah tanah dengan jalur ke semua arah, sehingga mudah untuk dirubah.

6. Tipologi High Tech
• Tipikal bangunan high tech adalah menyerupai bangunan pabrik, sehingga muncul anggapan, bangunan dengan tipikal pabrik adalah arsitektur high tech.

09.24 | Posted in , , , | Read More »

Green Architecture

Green Architecture adalah sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal.

Hal ini telah dilakukan dengan pemanfaatan kondisi lingkungan dengan bukaan yang optimal. Di jaman sekarang jarang ada contoh bangunan yang menggunakan pendekatan green architecture. Kita mungkin perlu melihat balik kepada aesitektur vernakuler yang banyak mendukung pendekatan green architecture. Namun perlu disadari bahwa mendesain bangunan dengan pendekatan green architecture bukan berarti kembali kepada tradisi tersebut. Hanya sikap terhadap pemilihan material dan sumbernya saja dari pendekatan arsitektur vernakuler yang perlu diakomodasi di masa depan.

Konsep arsitektur ini lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, memiliki tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya dengan lingkungan, dan penggunaan sistem utilitas yang sangat baik.

Green architecture dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan digunakan di masa kini dan masa yang akan datang. Dalam jangka panjang, biaya lingkungan sama dengan biaya sosial, manfaat lingkungan sama juga dengan manfaat sosial. Persoalan energi dan lingkungan merupakan kepentingan profesional bagi arsitek yang sasarannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dalam arsitektur ada banyak jalan sehingga bangunan dapat dikatakan “green” dan merespon terhadap masalah pertumbuhan lingkungan. Penyediaan energi yang tidak memadai di negara tropis (salah satunya penghentian arus listrik secara periodik) dan meningkatnya harga tinggi di seluruh dunia merupakan tuntutan akan bangunan yang sesuai dengan iklim, tanpa penyejuk udara mekanis.




PRINSIP-PRINSIP GREEN ARCHITECTURE :

1. Hemat energi
2. Memperhatikan kondisi iklim
3. Penggunaan material bangunan dengan mempertimbangkan aspek perlindungan ekosistem dan sumber daya alam
4. Tidak berimplikasi negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan pengguna bangunan
5. Merespon keadaan tapak dari bangunan
6. Menerapkan/menggunakan prinsip-prinsip yang ada secara keseluruhan

09.02 | Posted in , , , | Read More »

Recently Commented

Recently Added