|

Matahari dan Desain Bangunan


Dengan ditaburnya genderang desain hemat energi, seorang arsitek atau bahkan kita sebagai pemilik dan pengguna bangunan hendaknya tidak lagi mengabaikan potensi matahari untuk rumah/kantor kita.
Pada daerah khatulistiwa yang beriklim tropis lembab, matahari memang hadir dalam suasana yang mendua. Dicintai karena memberikan energy berlimpah, namun juga dibenci karena menyebabkan ketidaknyamanan. Matahari dianggap sebagai gangguan yang harus diminimalkan dampaknya.

Tapi, bukankah energy dapat diubah-ubah bentuknya? Oleh karena itu, kecerdikan kitalah yang akhirnya menentukan apakah energi ini akan menjadi berkah atau gangguan. Rancangan arsitektur bangunan menjadi sangat penting untuk mengubah potensi positif (setidaknya mengurangi dampak negative) sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.

Yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan potensi matahari dalam desain adalah bahwa cahaya yang dimanfaatkan untuk pencahayaan ruangan merupakan cahaya bola matahari, bukan sinar matahari langsung. Sinar langsung matahari hanya diperkenankan masuk ke dalam ruangan untuk keperluan tertentu, dan untuk mencapai efek artistik tertentu. Oleh karena itu, untuk bisa memanfaatkan potensi ini dalam desain, perlu diingat beberapa hal penting :

* Pembayangan; untuk menjaga agar sinar langsung matahari tidak masuk ke dalam ruangan melalui bukaan (teknik : penggunaan tritisan dan tirai).
* Pengaturan letak dan dimensi bukaan untuk mengatur agar cahaya bola langit dapat dimanfaatkan dengan baik
* Pemilihan warna dan tekstur pemukaan dalam dan luar ruangan untuk memperoleh pemantulan yang baik tanpa menyilaukan mata.
* Bukaan (jendela, buven) sebaiknya menghadap ke utara atau selatan untuk memperkecil kemungkinan sinar langsung matahari masuk ke dalam ruangan (arah matahari : timur-barat)
* Meminimalisir masuknya cahaya matahari di barat, karena pada saat matahari berada di barat, cahayanya sangat menyilaukan, panas, dan tidak menyehatkan. Untuk itu diperlukan barrier pada bukaan di barat dan timur (bila matahari pagi juga dianggap terlalu mengganggu) sebagai penghalang masuknya sinar langsung matahari pagi dan sore. Barrier tersebut bisa berupa tritisan yang lebar, pohon yang rindang, tirai, sun screen, dll)

Posted by Cinema Season on 05.20. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Recently Commented

Recently Added